Kamis, 06 Oktober 2022

Resensi Buku, Siapa Takut?

Beberapa minggu ini kelas XII SMAN 6 Cimahi banyak berkunjung ke perpustakaan untuk meminjam koleksi Novel dan Carpon (Carita Pondok / cerita pendek) dalam bahasa Sunda. Hal ini setelah Ka Pus tanyakan pada beberapa siswa tersebut, ternyata sedang ada tugas untuk meresensi buku yang ditugaskan dalam Pelajaran Bahasa Sunda, yang diampu oleh Bu Chikaliana Egania, S.Pd. Oleh karena itu, Ka Pus ingin berbagi hal-hal atau unsur yang terdapat dalam meresensi buku. Simak penjelasan berikut ini ya.

Unsur-unsur yang perlu banget kamu resensi diantaranya

1. Judul Resensi

Judul merupakan bagian pemikat sebagai daya tarik pada pandangan pertama bagi membaca. Bagian inilah yang bisa mencuri hati pembaca untuk mengenal suatu buku. Selain menggambarkan isi resensi secara garis besar, judul harus ditulis dengan menarik yang membuat pembaca ingin terus membaca hingga akhir kalimat bahkan sampai membuktikannya dengan membeli sendiri suatu buku yang usai diresensi.

2. Identitas Buku

Identitas buku merupakan gambaran umum yang ada dari dalam buku yang berisi yakni judul buku, nama pengarang, tahun terbit dan tahun cetaknya, ketebalan buku, nomor edisi buku, penerbit, harga buku bila perlu sampai ukuran buku.

3. Intisari Buku

Pada bagian ini yang dibahas adalah sinopsis. Saat menulisnya, tidak perlu memperhatikan kronologi cerita. Kamu bisa menulis sinopsis secara bebas. Perlu banget dengan merangkai sebuah sinopsis yang memancing rasa ketertarikan pembaca tanpa perlu menulis secara lengkap isi dari buku sehingga dengan tulisanmu membuat pembaca terbius dan membaca buku aslinya.

4. Biografi Pengarang

Unsur berikutnya membicarakan tentang pengarang atau penulis buku. Bagian ini biasanya ditulis secara ringkas. Di dalamnya terdapat kehidupan si penulis mulai dari latar belakang, keahlian, sampai karya-karyanya. Ketika sedang menulis biografi pengarang merupakan unsur yang esensial di dalam resensi karena track record, citra seorang penulis yang namanya banyak dikenal akan memunculkan rasa penasaran pembaca.  Di samping itu, pembaca mempunyai gambaran mengenai kisah dan karir penulis selama ini dan penghargaan maupun prestasi selama ia berkarir. Bagian ini menjadi salah satu poin petunjuk pembaca untuk menentukan suatu buku.

5. Kelebihan dan Kekurangan Buku

Unsur vital yang harus ada selanjutnya adalah pandangan terhadap sebuah buku serta isi didalamnya. Umumnya berisi penilaian kelebihan dan kekurangan buku. Bagian inilah yang berisi pendapat terhadap buku yang diulas. Bagian ini pula yang dilihat kembali secara seksama oleh pembaca untuk memastikan apakah buku tersebut layak dibaca atau tidak, apakah sesuai dengan yang dicari atau tidak.

6. Kesimpulan

Bagian unsur terakhir yakni pada penulisan sebuah kesimpulan. Kamu dapat menulis opini tentang buku. Isinya bisa berupa kritikan dan masukan  yang ditujukan kepada penulis buku. Kamu tidak bisa memberikan rekomendasi kepada pembaca.

Wah, sudah pada tahu nih apa-apa saja yang perlu ada saat meresensi buku, lalu apa saja manfaat menulis resensi buku? Seorang yang menggeluti di bidang ini ada julukannya yakni “resensator”.

Ka Pus ga cuma kasi tau unsur-unsur untuk meresensi sebuah buku, tapi dikasi contohnya juga nih.



Identitas Buku :

·         Judul buku: Sebuah Seni untuk Bersikap Bodo Amat

·         Pengarang: Mark Manson

·         Penerbit: Gramedia Widiasarana Indonesia

·         Tanggal Terbit: 20 Februari 2005

·         ISBN: 9786024526986

·         Tebal halaman: 256 halaman

·         Lebar: 14.0 cm

·         Panjang: 21.0 cm

Sinopsis Buku:

“Apapun masalahnya, konsepnya sama: selesaikan masalah, lalu berbahagialah. Sayangnya bagi banyak orang, rasanya hidup tidak sesederhana itu. Itu karena mereka menghadapi masalah dengan paling tidak satu dari dua cara berikut: penyangkalan atau mentalitas korban” (hal 37)

Isi Resensi:

Buku ini menceritakan seorang Charles Bukowski seorang pecandu alkohol senang bermain perempuan,penjudi kronis,kasar, kikir,dan tukang utang.Ia bercita-cita menjadi seorang penulis. Karya Bukowski selalu ditolak oleh hampir setiap majalah, tetapi hal tersebut tidak membuatnya menyerah ia tetap menulis dan membuat puisi. Sehingga dengan pengalamannya ia memiliki sikap bodo amat

Dalam bukunya yang berisi makna cuek yang bukan berarti tidak peduli terhadap apapun, Charles Bukowski gambaran sederhana untuk mengarahkan kembali ekspektasi hidup dalam memilih apa yang penting karena pada intinya hidup hanyalah rentetan masalah yang tidak ada ujungnya.

Kelebihan Buku:

Melalui karakter tokoh Charles Bukowski yang kuat dan gigih, kita mendapat makna tersendiri untuk bersikap cuek, dan tetap bahagia menatap masalah yang sedang dialami

Kekurangan Buku:

Meskipun judulnya seolah memberi kesan tentang kiat-kiat cuek, tapi ternyata tidak cuek disini menggambarkan seorang pejuang yang meraih impian dengan segala rintangan.

Resensi buku tidaklah sulit, hanya perlu membaca dengan lebih seksama. So, jangan takut lagi buat mengerjakan tugas resensinya ya. Semoga dapat hasil yang memuaskan. 

sumber : Gramedia